Wajah sang fajar bersemi
mengetuk pintu jendelaku ketika cahaya senja yang terakhir mengucapkan selamat
tinggal di mimpiku. Pagi mencintai kicauan burung-burung yang bangun lebih pagi
daripada pekerja kantoran yang selalu mengutuk pagi dan kicauan burung-burungnya.
Langit merah perlahan memudar dan menyerah kepada pipi merah milik gadis kecil
yang menunggu dijemput kekasihnya.