Bintang berdongeng pada anak-anaknya. Perkara langit yang
bertahan dalam hitam dan senyuman manis sang bulan. Juga tentang
manusia-manusia siang yang terlalu sibuk untuk bergurau dengan bintang. Namun tentang gadis pencinta malam itu, ia
gagal mendongengkan kenangan. Kenangan bukan untuk didongengkan,katanya. Dan
bukan untuk dilupakan, imbuhku.
Kenangan itu tentang semua yang telah pergi, juga yang
kembali. Seperti senja, malam, dan mimpi. Tentang senja dan malam,aku tak perlu
mengguruimu untuk mencintai mereka. Mereka adalah ibu dari puisi-puisimu. Namun
tentang mimpi, ia sering pecah dan hancur menemuimu masih mencintai malam.