Jumat, 27 Desember 2013

Rumah Rindu

Rindu itu telah menemukan rumahnya
Dibalik gemerlap binar mata
Dalam rasa tak beraga
Enggan terselip dalam tumpukan kata

Rindu itu menemui ibu

Yang melahirkannya sebagai ambigu
Menumbuhkannya dalam bayang kelabu
Sebelum berkembang dan menepis ragu

Rindu itu tak pernah lupa
Setiap senyum dalam air mata, atau sebaliknya
Dan setiap janji yang selalu enggan diucapkannya
Atau setiap mimpi yang tergores pada dinding rumahnya

Aku mengunjungi rumah rindu
Yang kukenali juga sebagai rumahku
Tempat aku menitip sendu
Yang mereka sebut rumah itu,hatimu

Mungkin,rindu itu dulu
Sekarang adalah kamu



Tidak ada komentar:

Posting Komentar