Rindu itu telah menemukan rumahnya
Dibalik gemerlap binar mata
Dalam rasa tak beraga
Enggan terselip dalam tumpukan kata
Rindu itu menemui ibu
Yang melahirkannya sebagai ambigu
Menumbuhkannya dalam bayang kelabu
Sebelum berkembang dan menepis ragu
Rindu itu tak pernah lupa
Setiap senyum dalam air mata, atau sebaliknya
Dan setiap janji yang selalu enggan diucapkannya
Atau setiap mimpi yang tergores pada dinding rumahnya
Aku mengunjungi rumah rindu
Yang kukenali juga sebagai rumahku
Tempat aku menitip sendu
Yang mereka sebut rumah itu,hatimu
Mungkin,rindu itu dulu
Sekarang adalah kamu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar