Minggu, 29 Desember 2013

Merantau

Tunas tunas harap tumbuh dikepit pamit
Air mata pisah menumbuhkannya sebagai haru
Niat baru belajar membulat
Namun selamat tinggal telah mati berkali kali

Pada sebuah langkah yang enggan
Sepasang mata piawai memotret kenangan
Pada jarak yang kian menjauh
Ingatan tak sedikitpun menjadi keruh

Aku pergi
Bukan tanah ini gagal menepati janji
Namun anak panah, katanya
Tidak akan mengenai sasaran
Jika tidak lepas dari busurnya

Aku datang
Pada tanah asing mimpiku menjelang
Karena hidup, katanya
Baru akan terasa indah
Jika kita menikmati pindah

Maka izinkanlah aku hidup
Jauh dari tempat jantungmu berdegup
Dan sajak ini adalah janji
Bahwa aku pergi

Untuk memastikan aku akan kembali

Tidak ada komentar:

Posting Komentar